Laporan Akhir 2 M2
LAPORAN AKHIR
PERCOBAAN 2
1. Prosedur [kembali]
- Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada saat praktikum seperti STM32G474RE (ARM Cortex-M4F), LDR Sensor, motor servo, dll
- Rangkai sesuai gambar percobaan
- Buka software STM32CubeIDE pada bagian main.h dan main.c copy listing program yang ada di modul kemudian paste ke main.h dan main.c di STM32CubeIDE
- Kemudian sambungkan STM32G474RE (ARM Cortex-M4F) ke laptop
- Run program di STM32CubeIDE kemudian simulasikan rangkaian apakah sudah sesuai dengan kondisi yang diinginkan
2. Hardware[kembali]
1. STM32 Nucleo G474RE
Microcontroller | STM32G474RE (ARM Cortex-M4F) |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN |
Input Voltage (limit) | 4.5 – 15 V (VIN board Nucleo) |
Digital I/O Pins | ±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi) |
PWM Digital I/O Pins | Hingga 24 channel PWM (advanced, general-purpose, dan high
resolution timers) |
Analog Input Pins | Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit dengan
oversampling) |
DC Current per I/O Pin | Maks. 20 mA per pin (disarankan ≤ 8 mA) |
DC Current for 3.3V Pin | Hingga ±500 mA (tergantung regulator &
sumber daya) |
Flash Memory | 512 KB internal Flash |
SRAM | 128 KB SRAM (termasuk CCM RAM) |
Clock Speed | Hingga 170 MHz |
2. LDR Sensor
LDR atau Light Dependent Resistor adalah jenis resistor yang nilai hambatannya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenai permukaannya, di mana prinsip kerjanya didasarkan pada fotokonduktivitas yang menyebabkan resistansi menurun saat terkena cahaya terang dan meningkat saat kondisi gelap. Dalam implementasinya pada mikrokontroler, LDR biasanya disusun menggunakan rangkaian pembagi tegangan agar perubahan intensitas cahaya dapat terbaca sebagai sinyal tegangan analog melalui fitur ADC. Sinyal digital hasil konversi tersebut kemudian digunakan oleh sistem untuk mengambil keputusan otomatis, seperti mengatur tingkat kecerahan lampu melalui PWMataumendeteksi kondisi siang dan malam pada sistem penerangan pintar.
3. Push Button
Push button adalah komponen sakelar sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dalam suatu rangkaian dengan cara menekan tombolnya. Pada penggunaan mikrokontroler, komponen ini berperan sebagai perangkat input digital yang bekerja berdasarkan prinsip logika high atau low, di mana status penekanannya dapat dibaca oleh pin GPIO atau digunakan untuk memicu mekanisme interrupt eksternal. Agar pembacaan sinyal tetap stabil dan terhindar dari kondisi floating, push button biasanya dikonfigurasi menggunakan resistor pull-up atau pull-down yang memastikan level tegangan input tetap berada pada kondisi logika yang jelas saat tombol tidak sedang ditekan.
4. Motor Servo
Motor servo adalah perangkat aktuator yang dirancang dengan sistem umpan balik tertutup (closed loop) untuk mengendalikan posisi sudut, kecepatan, dan akselerasi poros secara presisi. Komponen ini bekerja berdasarkan sinyal kontrol PWM (Pulse Width Modulation), di mana lebar pulsa yang diberikan ke pin kontrol akan menentukan posisi derajat putaran porosnya, seperti pulsa 1 ms untuk posisi 0 derajat dan 2 ms untuk 180 derajat. Di dalam motor servo terdapat potensiometer internal yang berfungsi mendeteksi posisi poros saat ini dan mengirimkan informasi tersebut ke rangkaian kontrol untuk memastikan poros berhenti tepat pada sudut yang diinginkan, sehingga sangat ideal digunakan pada sistem robotika, kendali kemudi, maupun penggerak mekanik yang membutuhkan akurasi tinggi.
5. Breadboard
Breadboard adalah papan sirkuit tanpa solder yang digunakan sebagai media untuk merakit dan menguji purwarupa rangkaian elektronik secara sementara. Papan ini memiliki lubang lubang koneksi yang terhubung secara internal (horizontal di bagian tengah dan vertikal di jalur daya samping) sehingga memudahkan pengguna untuk menghubungkan sensor, mikrokontroler, dan komponen lainnya dengan kabel jumper. Penggunaan breadboard sangat efisien dalam tahap pengembangan karena memungkinkan komponen untuk dilepas dan dipasang kembali dengan mudah tanpa merusak jalur sirkuit.
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]
Sistem ini menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistor) yang terhubung ke pin ADC PA0 pada mikrokontroler STM32 Nucleo C031C6. Sensor membaca intensitas cahaya lingkungan dan menghasilkan nilai analog 0–4095 (resolusi 12-bit). Nilai tersebut dibandingkan dengan dua threshold : LDR_GELAP = 1500 dan LDR_TERANG = 2800.
Terdapat dua mode operasi. Pada mode otomatis (mode 0), mikrokontroler membaca nilai ADC dan menggerakkan servo motor ke tiga posisi: masuk sepenuhnya ke dalam atap (PWM 1000µs) saat gelap, setengah terbuka (1500µs) saat cahaya sedang, dan keluar penuh (2000µs) saat terang. Pada mode manual (mode 1–3), tombol pushbutton PB1 digunakan untuk mengunci posisi jemuran secara paksa, terlepas dari kondisi cahaya. Setiap penekanan tombol berpindah mode secara siklus: Auto → Dalam → Setengah → Luar → kembali Auto.
5. Video Demo [kembali]
6. Kondisi [kembali]
Percobaan 2 Kontrol jemuran otomatis
Kondisi 3 : Buatlah rangkaian dengan kondisi ketika sensor cahaya (LDR) mendeteksi cahaya rendah, maka jemuran berada di dalam atap. Jika cahaya meningkat ke tingkat sedang, jemuran berada pada posisi aman (setengah terbuka). Jika cahaya sangat terang, jemuran berada di luar atap.
7. Video Simulasi [kembali]
8. Link Download [kembali]
- Rangkaian Wokwi [Download]
- Link Video Percobaan [Download]
- Laporan akhir [Download]

Komentar
Posting Komentar