1. Pendahuluan [kembali]
Modul praktikum Communication ini membahas penerapan berbagai protokol komunikasi serial pada sistem embedded menggunakan mikrokontroler STM32, yaitu UART, SPI, dan I2C. Praktikum dirancang agar praktikan memahami cara kerja komunikasi data antar perangkat mikrokontroler maupun antara mikrokontroler dengan perangkat periferal seperti sensor, OLED, LED, fan, dan motor servo. Selain mempelajari teori dasar komunikasi serial, praktikan juga melakukan konfigurasi perangkat menggunakan STM32CubeIDE dan STM32CubeMX sehingga dapat memahami implementasi komunikasi secara langsung pada hardware.
Pada modul ini terdapat beberapa proyek aplikasi seperti kontrol greenhouse berbasis SPI, game sederhana menggunakan komunikasi SPI dan I2C, smart entry indicator berbasis UART, serta sistem parkir otomatis dua pintu. Setiap percobaan menggunakan konsep master-slave untuk mengirim dan menerima data secara real-time antar board STM32. Melalui praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses pengolahan data, sinkronisasi komunikasi serial, serta integrasi sensor dan aktuator dalam pengembangan sistem embedded yang lebih kompleks dan interaktif.
2.
Tujuan [kembali]
- Memahami cara penggunaan protokol komunikasi UART,
SPI, dan I2C pada Development Board yang digunakan
- Memahami cara
menggunakan komponen input dan output yang mengimplementasikan PWM, ADC, dan Interrupt
pada Development Board yang digunakan
3. Alat dan Bahan [kembali]
Mikrokontroler
STM32F103C8
Microcontroller | ARM Cortex-M3 |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V |
Input Voltage (limit) | 2 – 3.6 V |
Digital I/O Pins | 32 |
PWM Digital I/O Pins | 15 |
Analog Input Pins | 10 (dengan resolusi 12-bit ADC) |
DC Current per I/O Pin | 25 mA |
DC Current for 3.3V Pin | 150 mA |
Flash Memory | 64 KB |
SRAM | 20 KB |
EEPROM | Emulasi dalam Flash |
Mikrokontroler STM32 Nucleo G474RE
Microcontroller | STM32G474RE (ARM Cortex-M4F) |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN |
Input Voltage (limit) | 4.5 – 15 V (VIN board Nucleo) |
Digital I/O Pins | ±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi) |
PWM Digital I/O Pins | Hingga 24 channel PWM (advanced, general-purpose, dan high-resolution timers) |
Analog Input Pins | Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit dengan oversampling) |
DC Current per I/O Pin | Maks. 20 mA per pin (disarankan ≤ 8 mA) |
DC Current for 3.3V Pin | Hingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya) |
Flash Memory | 512 KB internal Flash |
SRAM | 128 KB SRAM (termasuk CCM RAM) |
Clock Speed | Hingga 170 MHz |
OLED
Motor Servo
Push Button
LED (Hijau, Kuning, Merah)
Buzzer
Resistor
Kabel jumper
Adaptor / sumber tegangan
4. Dasar Teori [kembali]
A. UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter)
UART merupakan protokol komunikasi serial asynchronous yang digunakan untuk pertukaran data antar perangkat tanpa menggunakan sinyal clock tambahan. Komunikasi UART menggunakan dua jalur utama yaitu TX (Transmit) sebagai pengirim data dan RX (Receive) sebagai penerima data. Agar komunikasi berjalan dengan baik, kedua perangkat harus memiliki baudrate yang sama. UART banyak digunakan karena sederhana, mudah diimplementasikan, dan cocok untuk komunikasi antar mikrokontroler maupun komunikasi dengan komputer.
B. SPI (Serial Peripheral Interface)
SPI merupakan protokol komunikasi serial synchronous dengan kecepatan transfer data yang tinggi. Komunikasi SPI menggunakan empat jalur utama yaitu MOSI (Master Output Slave Input), MISO (Master Input Slave Output), SCK (Serial Clock), dan SS/CS (Slave Select/Chip Select). Pada SPI terdapat perangkat master yang mengatur jalannya komunikasi dan slave yang menerima atau mengirim data. SPI sering digunakan pada sistem embedded karena memiliki proses transfer data yang cepat dan stabil.
C. I2C (Inter-Integrated Circuit)
I2C adalah protokol komunikasi serial synchronous yang menggunakan dua jalur komunikasi yaitu SDA (Serial Data) dan SCL (Serial Clock). Dalam komunikasi I2C, perangkat master mengontrol komunikasi dan perangkat slave memiliki alamat tertentu sehingga beberapa perangkat dapat terhubung dalam satu jalur yang sama. Keunggulan I2C adalah penggunaan pin yang lebih sedikit sehingga lebih efisien dalam menghubungkan banyak perangkat seperti sensor, OLED, dan modul lainnya pada sistem embedded.
STM32 NUCLEO
G474RE merupakan papan pengembangan (development board) berbasis mikrokontroler
STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk
memudahkanproses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam
(embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE
mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna
dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan.
Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut :
Gambar 1. STM32 NUCLEO-G474RE
E. STM32F103C8
STM32F103C8 adalah
mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics.
Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang
baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada
praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai
metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG untuk
berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dari STM32F4 yang
digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
Gambar 2 STM32F103C8
Microcontroller | ARM Cortex-M3 |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V |
Input Voltage (limit) | 2 – 3.6 V |
Digital I/O Pins | 32 |
PWM Digital I/O Pins | 15 |
Analog Input Pins | 10 (dengan resolusi 12-bit ADC) |
DC Current per I/O Pin | 25 mA |
DC Current for 3.3V Pin | 150 mA |
Flash Memory | 64 KB |
SRAM | 20 KB |
EEPROM | Emulasi dalam Flash |
F. BAGIAN
BAGIAN PENDUKUNG
1. STM32 NUCLEO G474RE
1. RAM (Random Access Memory)
RAM (Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO
G474RE digunakan sebagai memori sementara untuk
menyimpan data selama program berjalan.
Mikrokontroler STM32G474RET6 memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi untuk menyimpan variabel, buffer data, stack, dan heap.
2. Memori Flash Eksternal
STM32 NUCLEO-G474RE
tidak menggunakan memori flash eksternal. Seluruh
program dan data permanen disimpan pada memori Flash internal mikrokontroler STM32G474RET6 dengan kapasitas 512 KB. Memori
flash ini bersifat non-volatile, sehingga data dan
program tetap tersimpan meskipun catu daya
dimatikan.
3. Crystal Oscillator
STM32 NUCLEO-G474RE
menggunakan osilator internal (HSI– High Speed
Internal) sebagai sumber clock utama secara default. Penggunaan clock internal ini membuat board dapat beroperasi tanpa memerlukan
crystal oscillator eksternal. Clock berfungsi sebagai
sumber waktu untuk mengatur kecepatan kerja CPU dan
seluruh peripheral.
4. Regulator Tegangan
Untuk memastikan
pasokan tegangan yang stabil ke mikrokontroler.
5. Pin GPIO (General Purpose
Input/Output):
Pin GPIO pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan
sebagai antarmuka input dan output digital yang
fleksibel
2. STM32
1. RAM (Random Access Memory)
STM32F103C8 dilengkapi dengan 20KB SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan mikrokontroler menjalankan
berbagai aplikasi serta menyimpan data sementara
selama eksekusi program.
2. Memori Flash Internal
STM32F103C8 memiliki memori flash internal sebesar
64KB atau 128KB, yang digunakan untuk menyimpan
firmware dan program pengguna. Memori ini
memungkinkan penyimpanan kode program secara permanen tanpa memerlukan media penyimpanan eksternal.
3. Crystal
Oscillator
STM32F103C8 menggunakan crystal oscillator
eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja dengan PLL
untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz.
Sinyal clock yang stabil ini penting untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler dan komponen lainnya.
4.
Regulator Tegangan
STM32F103C8 memiliki sistem pengaturan tegangan
internal yang memastikan pasokan daya stabil ke
mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung
berkisar antara 2.0V hingga 3.6V.
5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output)
STM32F103C8 memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat
digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat
eksternal seperti sensor, motor, LED, serta komunikasi
dengan antarmuka seperti UART, SPI, dan I²C.
Komentar
Posting Komentar