Tugas Pendahuluan M3
TUGAS PENDAHULUAN
M3
1. Prosedur [kembali]
- Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan pada praktikum, seperti STM32 Nucleo G474RE, STM32F103C8T6 (Bluepill), sensor, LED, OLED, breadboard, jumper, dan komponen pendukung lainnya sesuai percobaan.
- Membuat project baru pada STM32CubeIDE untuk masing-masing board mikrokontroler yang digunakan sebagai master maupun slave/receiver.
- Melakukan konfigurasi peripheral komunikasi pada STM32CubeMX sesuai protokol yang digunakan, yaitu UART, SPI, atau I2C. Konfigurasi meliputi baudrate, mode komunikasi, clock, pin TX/RX, SCK, MISO, MOSI, SDA, dan SCL.
- Menghubungkan pin komunikasi antar board sesuai jenis protokol yang digunakan. Pada UART menghubungkan TX dan RX secara silang, pada SPI menghubungkan pin SCK, MOSI, MISO, dan NSS/CS, sedangkan pada I2C menghubungkan jalur SDA dan SCL. Ground kedua board juga disatukan agar komunikasi dapat berjalan dengan baik.
- Melakukan generate code dari STM32CubeMX kemudian menambahkan program komunikasi menggunakan library HAL pada file utama (main.c). Program dibuat agar board master dapat mengirim data dan board slave dapat menerima maupun merespon data.
- Menghubungkan sensor atau aktuator sesuai rangkaian percobaan, seperti sensor PIR, LDR, LED, OLED, fan, ataupun motor servo untuk menguji komunikasi data antar perangkat.
- Meng-compile program dan mengunggah kode ke masing-masing board STM32 menggunakan ST-LINK atau downloader yang sesuai.
- Menjalankan sistem dan mengamati proses komunikasi data antar mikrokontroler, kemudian mencatat hasil pengujian apakah data berhasil dikirim dan diterima sesuai fungsi program yang dibuat.
2. Hardware[kembali]
1. STM32F103C8
Microcontroller | ARM Cortex-M3 |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V |
Input Voltage (limit) | 2 – 3.6 V |
Digital I/O Pins | 32 |
PWM Digital I/O Pins | 15 |
Analog Input Pins | 10 (dengan resolusi 12-bit ADC) |
DC Current per I/O Pin | 25 mA |
DC Current for 3.3V Pin | 150 mA |
Flash Memory | 64 KB |
SRAM | 20 KB |
EEPROM | Emulasi dalam Flash |
Clock Speed | 72 MHz |
2. Mikrokontroler STM32 Nucleo G474RE
Microcontroller | STM32G474RE (ARM Cortex-M4F) |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN |
Input Voltage (limit) | 4.5 – 15 V (VIN board Nucleo) |
Digital I/O Pins | ±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi) |
PWM Digital I/O Pins | Hingga 24 channel PWM (advanced, general-purpose, dan high-resolution timers) |
Analog Input Pins | Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit dengan oversampling) |
DC Current per I/O Pin | Maks. 20 mA per pin (disarankan ≤ 8 mA) |
DC Current for 3.3V Pin | Hingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya) |
Flash Memory | 512 KB internal Flash |
SRAM | 128 KB SRAM (termasuk CCM RAM) |
Clock Speed | Hingga 170 MHz |
3. PIR Sensor
PIR (Passive Infrared) Sensor digunakan untuk mendeteksi keberadaan atau pergerakan manusia berdasarkan pancaran inframerah dari tubuh. Pada praktikum smart entry indicator, sensor PIR digunakan sebagai input untuk mendeteksi gerakan kemudian mengirimkan data ke mikrokontroler melalui komunikasi UART.
4. Sensor LDR
LDR (Light Dependent Resistor) merupakan sensor cahaya yang nilai resistansinya berubah sesuai intensitas cahaya yang diterima. Sensor ini digunakan pada sistem kontrol greenhouse untuk mendeteksi kondisi terang atau gelap sehingga mikrokontroler dapat mengontrol output tertentu seperti LED atau fan.
5. OLED Display
OLED (Organic Light Emitting Diode) digunakan sebagai media output tampilan visual. Pada praktikum game geometry jump, OLED digunakan untuk menampilkan objek permainan, skor, dan status game. Display ini berkomunikasi menggunakan protokol I2C sehingga hanya membutuhkan dua jalur komunikasi.
6. Push Button
Push button merupakan saklar sederhana yang digunakan sebagai perangkat input digital. Tombol ini digunakan untuk memberikan perintah tertentu pada sistem, seperti menjalankan aksi lompat pada game atau memberikan trigger pada sistem komunikasi.
7. LED
LED (Light Emitting Diode) digunakan sebagai indikator visual output sistem. LED akan menyala atau mati sesuai data yang diterima mikrokontroler sehingga dapat digunakan untuk mengetahui kondisi komunikasi atau status sistem secara langsung.
8. Fan
Fan atau kipas DC digunakan sebagai aktuator output pada sistem greenhouse. Fan akan aktif ketika kondisi tertentu terpenuhi, misalnya saat sensor mendeteksi intensitas cahaya rendah atau kondisi lingkungan tertentu.
9. Sensor IR
Sensor IR (Infrared Sensor) digunakan untuk mendeteksi objek atau kendaraan melalui pantulan cahaya inframerah. Pada sistem parkir otomatis, sensor ini digunakan untuk mendeteksi kendaraan yang masuk atau keluar area parkir.
10. Motor Servo
Motor servo digunakan sebagai aktuator penggerak portal parkir otomatis. Servo dapat bergerak pada sudut tertentu berdasarkan sinyal PWM dari mikrokontroler sehingga cocok digunakan untuk membuka dan menutup palang parkir.
11. Breadboard
Breadboard digunakan sebagai media perakitan rangkaian elektronik tanpa proses solder. Komponen dapat dipasang dan dilepas dengan mudah sehingga memudahkan proses praktikum dan pengujian rangkaian.
12. Kabel Jumper
Kabel jumper digunakan untuk menghubungkan antar komponen pada breadboard maupun antara sensor dengan mikrokontroler. Kabel ini menjadi media penghantar sinyal dan daya pada rangkaian praktikum.
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]
5. Video Demo [kembali]
6. Kondisi [kembali]
7. Video Simulasi [kembali]
8. Link Download [kembali]
- Tugas Pendahuluan [Download]
Komentar
Posting Komentar