MODUL 2
1. Pendahuluan [kembali]
Pada percobaan pertama dirancang suatu sistem heart rate indikator berbasis mikrokontroler yang memanfaatkan sensor heartbeat sebagai input untuk mendeteksi detak jantung dalam satuan BPM (Beat Per Minute). Sistem ini menggunakan fitur ADC untuk membaca sinyal analog dari sensor, kemudian diproses oleh mikrokontroler untuk menentukan kondisi keluaran. Pada kondisi yang diterapkan, ketika nilai BPM yang terbaca lebih dari 60, maka sistem akan mengaktifkan LED berwarna kuning serta buzzer sebagai indikator bahwa detak jantung berada pada kondisi tertentu. Mikrokontroler berperan sebagai pusat pengolahan data yang mengatur hubungan antara input sensor dan output secara real-time. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memahami penggunaan ADCdalam membacasinyal analog, pengolahan data sensor, serta implementasi sistem monitoring sederhana berbasis mikrokontroler.
Sedangkan pada percobaan kedua bertujuan untuk merancang sistem kontrol jemuran otomatis yang memanfaatkan sensor cahaya (LDR) sebagai input untuk mendeteksi kondisi lingkungan. Sistem ini menggunakan mikrokontroler untuk mengolah data dari sensor dan mengendalikan posisi jemuran melalui aktuator berupa motor servo dengan memanfaatkan sinyal PWM. Pada kondisi yang diterapkan, ketika lingkungan terdeteksi terang maka jemuran akan berada di luar atap, saat kondisi cahaya sedang jemuran berada pada posisi setengah terbuka, dan ketika kondisi gelap jemuran akan masuk ke dalam atap. Melalui percobaan ini, diharapkan dapat dipahami konsep penggunaan ADC untuk pembacaan sensor, PWM untuk pengendalian aktuator, serta penerapan sistem otomatis berbasis kondisi lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Tujuan [kembali]
- Memahami cara penggunaan PWM, ADC, dan Interrupt pada Development Board yang digunakan
- Memahami cara menggunakan komponen input dan output yang mengimplementasikan PWM, ADC, dan Interrupt pada Development Board yang digunakan
3. Alat dan Bahan [kembali]
Microcontroller | ARM Cortex-M3 |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V |
Input Voltage (limit) | 2 – 3.6 V |
Digital I/O Pins | 32 |
PWM Digital I/O Pins | 15 |
Analog Input Pins | 10 (dengan resolusi 12-bit ADC) |
DC Current per I/O Pin | 25 mA |
DC Current for 3.3V Pin | 150 mA |
Flash Memory | 64 KB |
SRAM | 20 KB |
EEPROM | Emulasi dalam Flash |
Clock Speed | 72 MHz |
Microcontroller | STM32G474RE (ARM Cortex-M4F) |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN |
Input Voltage (limit) | 4.5 – 15 V (VIN board Nucleo) |
Digital I/O Pins | ±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi) |
PWM Digital I/O Pins | Hingga 24 channel PWM (advanced, general-purpose, dan high-resolution timers) |
Analog Input Pins | Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit dengan oversampling) |
DC Current per I/O Pin | Maks. 20 mA per pin (disarankan ≤ 8 mA) |
DC Current for 3.3V Pin | Hingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya) |
Flash Memory | 512 KB internal Flash |
SRAM | 128 KB SRAM (termasuk CCM RAM) |
Clock Speed | Hingga 170 MHz |
- Breadboard
4. Dasar Teori [kembali]
A. ADC
ADC
merupakan perangkat elektronika yang berfungsi sebagai penghubung untuk mengubah sinyal
masukan analog menjadi kode-kode digital agar dapat diproses oleh sistem digital
B. PWM
PWM adalah teknik modulasi
yang dilakukan dengan cara mengubah lebar pulsa atau duty cycle
sementara nilai amplitudo dan frekuensinya tetap konstan
C. Interupt
Interrupt adalah mekanisme yang memungkinkan instruksi
atau perangkat I/O untuk menghentikan sementara jalannya program utama agar prosesor dapat
menangani kejadian tertentu yang memiliki prioritas lebih tinggi
D. STM32 NUCLEO-G474RE
STM32 NUCLEO G474RE merupakan papan pengembangan (development board) berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkanproses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam (embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan.
Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut :
Microcontroller | ARM Cortex-M3 |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V |
Input Voltage (limit) | 2 – 3.6 V |
Digital I/O Pins | 32 |
PWM Digital I/O Pins | 15 |
Analog Input Pins | 10 (dengan resolusi 12-bit ADC) |
DC Current per I/O Pin | 25 mA |
DC Current for 3.3V Pin | 150 mA |
Flash Memory | 64 KB |
SRAM | 20 KB |
EEPROM | Emulasi dalam Flash |
Clock Speed | 72 MHz |
F. BAGIAN BAGIAN PENDUKUNG
1. STM32 NUCLEO G474RE
Komentar
Posting Komentar